A.
PENGERTIAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Individu,
artinya perseorangan atau pribadi yang terpisah dari orang lain. Manusia
sebagai makhluk individu terdiri dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa)
yang tidak dapat dipisah-pisah, jiwa raga inilah yang membentuk individu.
Manusia juga diberi potensi atau kemampuan (akal, pikiran, perasaan dan
keyakinan) sehingga sagub berdiri sendiri serta bertanggung jawab terhadap
dirinya.
Melalui
akal dan pikirannya manusia dapat menaklukkan makhluk lain dan memanfaatkan
segala sesuatu untuk keperluan hidupnya. Dengan akal pikirannya pula manusia
dapat melakukan berbagai inovasi (penemuan teknologi komunikasi, computer,
informasi)
Sedangkan
perasaan dan keyakinan adalah suatu kelebihan yang dimiliki manusia untuk dapat
membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Dengan perasaan
dan keyakinan yang ada, manusia dapat berhubungan dengan kodrat gaib, yaitu
Tuhan. Sedangkan individualisme adalah paham yang menganggap diri sendiri lebih
penting dari pada orang lain.
B.
PENGERTIAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Menurut
Aristoteles (384-322 SM) salah seorang ahli pikir Yunani Kuno, bahwa manusia
itu adalah Zoon Politicon atau makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul
dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Status makhluk sosial melekat pada
diri setiap individu. Ia tidak bisa bertahan hidup secara utuh hannya dengan
mengandalkan dirinya sendiri saja. Sejak lahir sampai meninggal dunia manusia
memerlukan bantuan atau kerjasama dengan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar